Sabtu, 07 Januari 2012

Tanggungjawab Ilmuwan terhadap Alam


Manusia adalah makhluk Allah yang mulia, diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya karena dianugerahi akal. Fungsi utama manusia didunia, yaitu sebagai‘Abdullah (hamba Allah) dan sebagai Khalifah Allah di bumi. Esensi dari ‘abdun adalah ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan kepada kebenaran dan keadilan Allah.Manusia yang mau mengembangkan potensi akalnya untuk pencerahan dirinya dan memiliki tanggung jawab moral dan menyebarkan kepada sesama disebut ilmuwan, cendikiawan atau intelektual. Ilmuan dijadikan Tuhan sebagai pemimmpin kelangsungan lingkungan hidup manusia di muka bumi ini.

Alam telah diciptakan dan disediakan oleh Allah SWT sebagai sarana dan sumber belajar. Manusia diberi akal pikiran dan nafsu, dimana tidak diberikan pada makhluk lainnya. Kerusakan alam sebagian besar terjadi akibat ulah manusia, dan  akibatnya ditanggung oleh manusia pula. Krisis lingkungan yang sekarang menjadi problem serius manusia pertama kali disulut oleh modernisasi (era Industrialisasi)
Bentuk tanggungjawab (akhlak) manusia kepada binatang diantaranya: tetap memberi ruang habitat yang memadai terhadap hewan, tidak memasung hewan piaraan dalam kerangkeng yang menyiksa, memberikan hak istirahat kepada hewan yang dipergunakan sebagai alat angkut (misalnya kuda, kerbau, atau sapi) dan tidak membebaninya dengan beban yang melampaui batas kewajaran, serta jika mengkomsumsi hewan, hendaknya memilih yang dihalalkan dan melalui proses penyembelihan berdasarkan syari’at agama.
Sedangkan akhlak atau tanggungjawab manusia untuk menjaga, melestarikan dan  memberdayagunakan alam lingkungan antara lain: tidak mengekspoitasi sumber daya alam secara berlebihan yang berpotensi merusak tatanan siklus alamiah,
dan tidak membuang limbah secara sembarangan yang dapat merusak lingkungan alam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar